Vrydag 12 April 2013

Anak laki-laki lebih berani mengambil resiko dalam menjawab soal-soal matematika


Dalam sebuah penelitian di Universitas Missouri, Amerika Serikat, ditemukan bahwa anak laki-laki mempunyai pendekatan yang berbeda daripada anak perempuan dalam menyelesaikan soal aritmatika di sekolah dasar. Anak laki-laki memiliki kecenderungan untuk menjawab soal aritmatika dengan mengingat jawabannya dari memori. Cara ini lebih cepat, walaupun resiko untuk salah lebih besar daripada cara yang lebih cenderung diambil oleh anak perempuan, yaitu dengan cara menghitung jawabannya secara akurat.
Drew Bailey, salah seorang peneliti yang baru saja menerima gelar doktor dalam bidang sains psikologi dari Universitas Missouri, mengatakan bahwa perbedaan akurasi aritmatik antara anak laki-laki dan perempuan berasal dari keberanian mengambil resiko salah dengan menjawab dari ingatan atau memori. Dalam penelitian yang dilakukan bersama David Geary, seorang profesor dari Universitas Missouri, ditemukan bahwa anak laki-laki lebih cepat menjawab soal-soal aritmatika dibandingkan dengan anak perempuan, walaupun lebih banyak juga jawabannya yang salah. Anak perempuan menjawab dengan lebih lambat, tetapi lebih akurat. Walaupun demikian, karena anak laki-laki lebih sering menjawab, mereka juga lebih banyak mendapatkan latihan dan jawaban-jawaban mereka lama-kelamaan juga menjadi lebih akurat. Karena itulah juga ketika mereka sudah kelas enam, anak laki-laki dapat menjawab lebih banyak soal-soal serta lebih akurat.
Dengan pengertian akan hasil penelitian di atas, guru-guru serta para orang tua bisa membantu anak-anaknya belajar dengan lebih baik. "Orang tua dapat membantu anak-anaknya memiliki kemampuan aritmatika lebih baik dengan memperkenalkan angka-angka dan matematika dasar sebelum mereka masuk sekolah dasar sehingga mereka tidak terlalu takut menjawab soal-soal matematika", kata David Geary. Dia juga mengatakan bahwa sebagai orang dewasa, nampaknya sangat mudah mengingat fakta-fakta dasar matematika, namun bagi seorang anak, jaringan di otaknya masih baru terbentuk. Dengan menjawab soal-soal dari ingatan, jaringan di otaknya akan bekerja, walaupun pada mulanya mungkin banyak jawabannya yang salah, dan lama kelamaan, akan berkembang untuk memiliki ingatan yang lebih baik sehingga menghasilkan jawaban-jawaban yang lebih akurat. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Jurnal Eksperimen Psikologi Anak.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking